Perencanaan Strategis Program Pemberdayaan Masyarakat melalui Social Mapping
Rp. 1.500.000
(User Terdaftar)
- 12 - 13 Maret 2026
- 08.00 - 16.00
- Zoom Meetings
Tentang Training
Program pelatihan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas organisasi dalam merancang program pemberdayaan berbasis pemetaan sosial yang komprehensif dan partisipatif. Pelatihan ini membantu peserta memahami kondisi sosial, ekonomi, budaya, serta dinamika pemangku kepentingan di wilayah sasaran, sehingga intervensi yang dirancang lebih tepat sasaran, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan selaras dengan konteks lokal.
Melalui pendekatan yang aplikatif dan berbasis studi kasus, peserta akan dibekali tahapan mulai dari perencanaan proses social mapping, pengumpulan dan analisis data sosial, identifikasi potensi serta permasalahan komunitas, hingga perumusan strategi program yang berbasis temuan lapangan. Training ini tidak hanya berfokus pada proses pemetaan, tetapi juga mendorong lahirnya perencanaan strategis yang partisipatif, berkelanjutan, dan mampu menciptakan dampak sosial yang lebih terukur dan bermakna bagi masyarakat maupun organisasi.
Direkomendasikan Untuk
- Pengelola program pemberdayaan masyarakat.
- Penyusun perencanaan dan strategi program sosial.
- Perancang intervensi berbasis kebutuhan komunitas.
- Pengumpul dan analis data sosial masyarakat.
- Pihak yang melakukan social mapping dan kajian wilayah.
- Pengambil keputusan program berbasis data lapangan.
- Pengelola hubungan dan kemitraan dengan pemangku kepentingan lokal.
- Penyusun rencana aksi dan roadmap pemberdayaan.
- Pendukung program berbasis partisipasi masyarakat.
- Praktisi yang ingin memahami perencanaan strategis melalui social mapping.
Materi
Materi ini membahas batasan, tahapan, serta komponen utama dalam proses social mapping sebagai dasar perencanaan program pemberdayaan. Peserta akan memahami aspek-aspek yang dipetakan, mulai dari kondisi sosial, ekonomi, dan kelembagaan masyarakat, hingga potensi, permasalahan, dan dinamika pemangku kepentingan. Materi ini membantu peserta melihat keterkaitan antara hasil pemetaan dan perumusan strategi program, sehingga perencanaan yang disusun lebih kontekstual, partisipatif, dan berorientasi pada dampak berkelanjutan.
Materi ini membahas teknik dan pendekatan sistematis dalam melakukan social mapping serta mengelola pemangku kepentingan secara strategis. Peserta akan mempelajari metode pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif, analisis aktor dan kepentingan, serta teknik pemetaan pengaruh dan tingkat keterlibatan (stakeholder mapping). Materi ini membekali peserta dengan kemampuan menyusun strategi engagement yang tepat, sehingga program yang dirancang lebih inklusif, minim risiko sosial, dan didukung oleh kolaborasi yang berkelanjutan.
Materi ini membahas penyusunan data dasar (baseline) sebagai fondasi perencanaan dan evaluasi program pemberdayaan masyarakat. Peserta akan mempelajari bagaimana menggunakan pendekatan Sustainable Livelihood Approach (SLA) dan analisis Pentagon Asset untuk mengidentifikasi serta mengukur lima modal utama masyarakat—modal manusia, sosial, alam, fisik, dan finansial. Materi ini membantu peserta memahami kondisi awal secara komprehensif, sehingga intervensi program dapat dirancang lebih tepat sasaran, berbasis kebutuhan riil, serta memiliki indikator pengukuran yang jelas untuk memantau perubahan dan dampak secara berkelanjutan.
Materi ini membahas bagaimana menerjemahkan temuan social mapping ke dalam dokumen perencanaan yang konkret dan operasional. Peserta akan mempelajari cara mengintegrasikan hasil analisis kebutuhan, potensi, risiko, serta peta pemangku kepentingan ke dalam rencana strategis jangka menengah dan rencana kerja tahunan yang terukur. Materi ini membekali peserta dengan kemampuan menyusun prioritas program, menetapkan indikator kinerja, serta merancang strategi intervensi yang selaras dengan kondisi sosial masyarakat, sehingga program pemberdayaan menjadi lebih relevan, terarah, dan berdampak berkelanjutan.
Pemateri
- Dr. Didiet Widiowati M.Si
- Teodorus Ikbal
- Ellya Dwi Indriani
Keuntungan
- Akses terhadap dokumentasi dan materi pelatihan
- Dapat dilaksanakan secara daring
- Sertifikat pelatihan